Jumat, 27 Juni 2014

Trik Potret Anak saat Ingin Ikut Lomba

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/t1.0-9/s526x395/10485730_651223741629898_5091720727834770489_n.jpg
 
Melihat tingkah si kecil yang lucu dan menggemaskan, tentu Moms ingin sesekali mengirimkan foto si kecil untuk diikutkan lomba foto bayi. Siapa tahu si kecil bisa jadi juara.

Menurut Andreas Eko Widiarto, pengasuh rubrik fotografi di blog fotograferjurnal.blogspot.com, ada beberapa hal yang menjadi poin penilaian (kriteria) dalam penjurian kontes/lomba foto bayi, yaitu:
- Keselarasan image foto dengan tema yang dilombakan.
- Harmonisasi unsur-unsur yang ada di dalam sebuah foto, misalnya pencahayaan yang pas, warna-warna yang harmonis, ekspresi yang tidak dipaksakan, dan adegan yang tidak umum.
- Keceriaan dalam ekspresi si obyek, keterlibatannya lebih jauh dengan hal yang sedang ia lakukan, dan pencahayaan yang terang (bright) karena tidak menyenangkan melihat foto-foto bayi dalam pencahayaan yang minim kecuali untuk tema foto-foto bayi tertentu, seperti karya fotografer Anne Geddes yang sangat spesifik.

Natural Lebih Menarik

Pada dasarnya, semua bayi itu lucu, meskipun tubuhnya kurus, rambutnya tipis, kulitnya gelap, bahkan saat menangis pun bayi tetap terlihat menggemaskan. Tinggal bagaimana kejelian Anda mengabadikan momen terbaiknya dan memilih angle.

Semua bayi bisa memiliki foto-foto yang lucu dan menggemaskan. Semua aktivitas bayi menarik untuk difoto, misalnya ketika dia sedang makan, mandi, bermain, atau tidur.

Sebelum difoto, bayi tidak perlu didandani berlebihan, misalnya wajahnya dibedaki, bibirnya dipulas lipstik, rambutnya ditata rapi dipakaikan bando besar, atau pakaiannya yang sangat rapi. Justru hal ini akan menghasilkan foto yang tidak natural.

Dalam lomba-lomba foto, foto-foto bayi dengan dandanan berlebihan biasanya langsung disingkirkan oleh dewan juri. Kunci keindahan foto bayi, salah satunya adalah penampilan yang natural.

Jangan sampai ekspresi bayi tenggelam oleh benda-benda atau warna-warni di sekitarnya. Kenakan pakaian polos, berwarna putih atau warna lembut. Singkirkan benda-benda di dekat bayi, seperti boneka atau bantal, ganti sepreinya dengan motif polos jika bayi difoto saat tidur.

Momen bagus dapat dipancing atau diciptakan. Buatlah bayi tertawa, berteriak atau menggerak-gerakkan tangan, dengan memanggil namanya atau menggoyangkan mainan dalam jarak pandang matanya.

Jangan Memaksa

Bila Moms ingin memotret untuk tujuan lomba, sebaiknya orangtua tidak memaksakan kehendak atas persepsi foto yang bagus terhadap si kecil tanpa memedulikan bagaimana perlakuan untuk mendapatkan foto yang bagus tersebut. Bila syarat dalam lomba harus foto dengan tema tertentu, sebaiknya lakukan sesi pemotretan sembari bermain atau sambil melakukan aktivitas atau kebiasaan harian si kecil. Misal, tak perlu memaksa si kecil untuk tersenyum, karena mereka akan tersenyum ketika mereka senang.

Sadar kamera atau justru menangis adalah wajar saat memotret si kecil. Nah, agar mood saat difoto baik, libatkan banyak orang yang dekat dengan anak untuk membuatnya senang dan tersenyum. Carilah trigger-nya agar dia mau tersenyum bahkan tertawa.

Sebenarnya, bayi sangat dinamis, perubahannya sangat cepat, sebagai orang dewasa patutnya kita mengerti atas hal ini. Tentukan waktu pemotretan yang baik, misal pada jam bermain, pada saat anak bangun tidur atau setelah mandi. Biasanya pada waktu tersebut si kecil sangat antusias diajak berkomunikasi.

Jika si kecil menangis pada saat pemotretan maka yang perlu dilakukan adalah menunda waktu pemotretan. Di balik foto yang baik terdapat komunikasi yang baik antara fotografer dan objeknya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar